Mengenal Sejarah dan Perkembangan Topeng Sidakarya
DOI:
https://doi.org/10.23887/ap.v5i1.20788Abstract
Mengenal Sejarah dan Perkembangan Topeng Sidakarya
Oleh:
Putu Melani Chandra Dewi (1704071005), I Putu Putrayana Wardana
Putu_melani18@gmail.com , putra.yana@undiksha.ac.id
Pendahuluan
Pulau Bali yang dikenal dengan sebutan Pulau Dewata, Pulau Seribu Pura dan Bali Dwipa. Bali yang sangat terkenal di seluruh Indonesia dan bahkan terkenal di seluruh dunia akan keindahan alam dan dengan seni dan kebudayaannya yang unik tentunya menjadi destinasi wisata manca negara. Dari kesenian dan kebudayaan yang ada di Bali menjadikan Bali mempunyai daya tarik tersendiri yang membuat wisatawan datang ke Bali.
Masyarakat bali memiliki bentuk seni pertunjukan berupa Tari Topeng yang dapat menarik perhatian para wisatawan Tari Topeng tidak sekedar berfungsi sebagai hiburan, namun sebagian di antaranya menjadi pelengkap dalam sebuah ritual keagamaan biasnya di tarikan pada saat upacaya “yadnya” nanum Tari Topeng tidak hanya hadir dalam prosesi keagamaan di halaman utama Pura namun juga berfungsi dalam upacara perkawinan, potong gigi, hingga upcara ngaben. Tarian Topeng ada sejak abad ke-17, Tari Topeng merupakan suatu bentuk Tari dan juga berisi drama dimana penarinya menggunakan Topeng dan menampilkan cerita-cerita lama, yang biasanya berkisah tentang Raja dan Rahlawan pada jaman dahulu, Tarian Topeng dengan puncak penampilan figur Topeng berkarakter angker yang disebut tupeng sidakarya.
Dalam Tari Topeng, setiap penari tampil dengan busana khusus serta mengenakan topeng, dari topeng yang dikenakan oleh seorang penari tersebut akan menunjukkan tokoh yang diperankannya. Adapun jenis-jenis topeng antara lain Topeng keras (sosok petarung), Topeng tua (sosok sesepuh), Topeng bondres (rakyat biasa), dan Topeg ratu (khalangan bangsawan).
Tulisan ini akan membahas tentang Mengenal Sejarah Topeng Sidakarya. Adapun yang di bahas dalam tulisan ini antara lain: (1). mengetahui cerita sejarah Topeng Sidakarya di Bali. (2). perkembangan topeng Sidakarya.