https://ejournal.undiksha.ac.id./index.php/JPI/issue/feedJurnal Pendidikan Indonesia2025-01-31T05:02:46+00:00I Wayan Widianawayanwidiana85@undiksha.ac.idOpen Journal Systems<p><strong>Jurnal Pendidikan Indonesia</strong> [<strong>p-ISSN:</strong> <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/1356432215" target="_blank" rel="noopener">2303-288X</a> (print) and <strong>e-ISSN:</strong> <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/1469971323" target="_blank" rel="noopener">2541-7207</a> (online)] is a peer-reviewed journal published by the Research and Community Service Institute of Universitas Pendidikan Ganesha since 2012. JPI is an integrated media for ongoing communication related to significant new research findings related to education, including: the fields of educational research in teaching, learning and teaching, curriculum development, learning environment, teacher education, educational technology, and education development. <br /><br />JPI publishes research articles that are comprehensive in nature by inviting reviews from the leading experts in the fields. The incoming papers will be selected based on high scientific studies, provide important new knowledge, and are very interesting for the community in the field of education. JPI has become a member of <strong>CrossRef</strong> with <strong>DOI: 10.23887/jpi-undiksha.v9i1</strong> so that all articles published by JPI will have a unique DOI number. <br /><br />JPI was first published in 2012 and is regularly published twice a year until 2019. Since then, JPI has begun to receive high-quality articles in large quantities. Therefore, starting in 2020, JPI increases the frequency of publications to four times a year. JPI is accredited by the <strong>Ministry of Research, Technology and Higher Education, Republic of Indonesia</strong>, which is ranked <strong>Second Grade (Peringkat 2, Sinta 2)</strong> from 2016 to 2020 based on <strong>Decree No. 21/E/KPT/2018</strong>.</p>https://ejournal.undiksha.ac.id./index.php/JPI/article/view/82926Multiple Intelligences in Elementary Science Education: Impact of Guided Discovery Approach on Learning Interest2025-01-31T05:02:01+00:00Dela Galuh Thamkaniahdelagaluh.2020@student.uny.ac.idAri Suryawandelagaluh.2020@student.uny.ac.idAli Mustadidelagaluh.2020@student.uny.ac.id<p><em>Pendidikan sains pada tingkat sekolah dasar sering mengabaikan dimensi proses, lebih menekankan pada produk akhir dari pengetahuan. </em><em>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model Guided Discovery Learning terhadap minat mahasiswa dalam mengembangkan pembelajaran IPA dasar berbasis kecerdasan majemuk</em><em>. Dengan menggunakan desain pra-eksperimental, 27 mahasiswa semester enam dari program Pendidikan Guru Sekolah Dasar berpartisipasi dengan pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data meliputi observasi, kuesioner, tes, dan dokumentasi, dengan data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterlibatan dan hasil belajar siswa, yang mengindikasikan efektivitas </em><em>model Guided Discovery Learning</em><em>. Model ini tidak hanya meningkatkan minat belajar siswa tetapi juga mempromosikan keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah. Penelitian selanjutnya harus melibatkan ukuran sampel yang lebih besar di berbagai institusi untuk mendukung temuan ini.</em></p>2024-12-25T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2024 Dela Galuh Thamkaniahhttps://ejournal.undiksha.ac.id./index.php/JPI/article/view/83811Pre-service English Teachers in the Teaching Internship Program (TIP)2025-01-31T05:01:42+00:00M. Ali Ghufronm.ali.ghufron@uingusdur.ac.id<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan dan peluang yang dihadapi oleh mahasiswa calon guru pendidikan bahasa Inggris selama Program Magang Mengajar (Praktik Pengalaman Lapangan/PPL) mereka di sebuah sekolah menengah di Indonesia. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan jurnal reflektif. Analisis dilakukan melalui proses induktif dalam tiga fase: pengkodean terbuka (mengidentifikasi dan mengkategorikan tema), pengkodean aksial (mengeksplorasi hubungan antara tema), dan pengkodean selektif (menyoroti tema yang relevan untuk pembahasan lebih lanjut) </em><em>(Flick, 2009)</em><em>. Temuan menunjukkan bahwa peserta menghadapi beberapa tantangan selama PPL mereka, terutama dalam manajemen kelas, penyampaian materi pelajaran yang efektif, dan menangani tugas non-pengajaran. Banyak peserta merasa bahwa kegiatan PPL sangat memberatkan. Namun, meskipun menghadapi kesulitan-kesulitan tersebut, sebagian besar peserta menemukan pengalaman PPL sangat berharga. Mereka menjadi akrab dengan lingkungan sekolah, mengembangkan keterampilan dalam penyampaian pelajaran, manajemen kelas, dan administrasi pengajaran, serta menyadari kompleksitas dan tuntutan peran seorang guru.</em></p>2024-12-25T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2024 M. Ali Ghufronhttps://ejournal.undiksha.ac.id./index.php/JPI/article/view/80718Independent Curriculum Reform in High School Historical Thinking Skills2025-01-31T05:02:24+00:00M. Ari Kuwotoarikuwotokobar@gmail.comIsrina Siregararikuwotokobar@gmail.comRefli Surya Barkaraarikuwotokobar@gmail.comRizki Ananda Hasibuanarikuwotokobar@gmail.comMuhammad Afrillyan Dwi Syahputraarikuwotokobar@gmail.comRia Rafiantiarikuwotokobar@gmail.comNadia Ramonaarikuwotokobar@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk memperjelas bagaimana pengembangan kurikulum diprogramkan di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Olahraga, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Kurikulum Merdeka adalah kurikulum dengan konten yang lebih optimal dan pembelajaran dalam kurikuler yang beragam untuk memastikan siswa memiliki cukup waktu untuk terlibat dengan konsep, menyelesaikan proyek, dan memperkuat keterampilan siswa. Pemberlakuan kurikulum asli tahun ajaran 2022/2023 akan membawa tantangan baru dalam sejarah pembelajaran. Struktur hasil pembelajaran sejarah hendaknya tidak lagi mengedepankan pemahaman konseptual tetapi juga menekankan unsur keterampilan berpikir sejalan dengan kurikulum KOSP Merdeka SMA Pasundan 2 Kota Cimahi. Salah satu unsur literasi proses yang perlu diajarkan kepada siswa adalah keterampilan berpikir sejarah pada aspek pembelajaran sejarah kurikulum merdeka. Beberapa konsepnya mirip dengan konsep berpikir sejarah yang terdapat dalam Kurikulum Merdeka. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dengan menggunakan metode penelitian naturalistic inquary. Data penelitian ini diperoleh dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah pembelajaran SMA Pasundan 2 Kota Cimahi meliputi penilaian kegiatan belajar mengajar sejarah yang diintegrasikan ke dalam proses pembelajaran. Setiap sekolah melaksanakan penilaian formatif dan sumatif berdasarkan fungsinya. Guru sejarah di SMA Pasundan 2 Kota Cimahi menetapkan jadwal penilaian sumatif yang terstruktur sesuai dengan penilaiannya. Hambatan implementasi dan solusi akan terlihat ketika RPP atau modul pengajaran tidak diterapkan dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Oleh karena itu, penting agar ATP, CP dan modul pengajaran dilaksanakan sesuai dengan Kurikulum Merdeka sejarah di SMA Pasundan 2 Kota Cimahi.</p>2024-12-25T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2024 M. Ari Kuwotohttps://ejournal.undiksha.ac.id./index.php/JPI/article/view/84051Improving Higher Order Thinking Skills Through Multidimensional Curriculum Design at the High School Level2025-01-31T05:01:38+00:00Nirmalasarinirmalasari@upi.eduDinn Wahyudindinn_wahyudin@upi.eduDeni Darmawandeni_darmawan@upi.edu<p>This research is motivated by problems in the field which show that the curriculum in schools has not optimally honed students' high-level thinking abilities. This research aims to determine the effectiveness of a multidimensional curriculum in improving high school students' higher order thinking skills. The approach used in this research is a quantitative approach. The method used is quasi-experimental by testing a multidimensional curriculum model integrated with scientific, creative and future thinking competencies in the experimental group and comparing it with the control group. The participants involved were 300 high school students spread across 7 schools. The instrument used to measure students' thinking skills is a questionnaire that contains three dimensions, namely scientific, creative and future thinking. The scientific thinking dimension contains inquiry skills, the creative thinking dimension contains ways of solving problems, and the future thinking dimension contains individual views and time. The results of the study showed that the high-level thinking skills in the experimental group experienced more significant improvement compared to the control group. The dimensions of ability that experienced the most significant increase were future thinking skills and creative thinking skills. A multidimensional curriculum model must be accompanied by innovative and creative learning strategies or methods that encourage higher order thinking skills in students of various ages. The implication of this research is that the multidimensional curriculum model can be used at the secondary school level in order to improve higher order thinking skills.</p>2024-12-25T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2024 Nirmalasari, Dinn Wahyudin, Deni Darmawanhttps://ejournal.undiksha.ac.id./index.php/JPI/article/view/82886Silent Reading Training Improves Reading Speed and Reading Comprehension2025-01-31T05:02:04+00:00Herdianaherdianaunigal@gmail.comSirojul Munirsirojulmunir@unigal.ac.id<p>The speed reading and reading comprehension abilities of junior high school students are still far from ideal criteria. There are still many students who do not understand reading quickly and well. The aim of this study was to examine the effect of fast and silent reading skills training on students' reading speed and achievement at an early age. This research also seeks to explore the effectiveness of training interventions and their potential for students based on gender. The research method used in this research is quasi-experimental. The participants involved in this research were 350 junior high school students in grades 1-3. The experimental group received speed reading skills training 15 times using Indonesian language books. The control group used the regular curriculum. The data analysis used is correlation analysis between variables based on sample data, data range, skewness and kurtosis. In addition, ANCOVA analysis was carried out to determine the impact of the intervention on fast reading skills silently through pre- and post-intervention score analysis. The results showed that students in the experimental group showed a higher reading speed than students in the control group. Students who received intervention showed a better level of reading effectiveness in the posttest phase compared to the reading ability of students in the control group. In terms of gender, male students show better reading speed than female students. However, in terms of reading comprehension level, male and female students showed similar improvements in the posttest phase.</p>2024-12-25T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2024 Herdiana Herdiana, Sirojul Munirhttps://ejournal.undiksha.ac.id./index.php/JPI/article/view/82951Guided Reading Methods Assisted by Animation Videos to Improve Inferential and Textual Reading Comprehension2025-01-31T05:01:58+00:00Tanto Aljauharie Tantowietanto@uidc.ac.idDadang Sunendardadangsunendar@upi.eduTatat Hartatitatat@upi.eduLaila Nurmalihahlailanurma2018@gmail.com<p>Reading comprehension ability is something that students need to master, but students' interest and ability in reading comprehension in Indonesia is still very low. This is partly caused by the less than optimal use of methods or media used by teachers. This research aims to determine the effect of video-assisted guided reading methods on elementary school students' reading comprehension abilities. The method used in this research is a Quasi Experimental method with a Non-Equivalent Control Group Design research design. The research sample consisted of 250 elementary school students who met the researchers' criteria. Data collection techniques in this research are tests, observation sheets and documentation studies. The instrument used is a text that has 2 topics, namely natural disasters and social inequality. Meanwhile, the data analysis used is the t test and regression test. The t-test was carried out to determine the effectiveness of the guided reading method. Apart from that, standard regression test data analysis was also carried out to see which type of understanding was superior, textual or inferential based on the type of text. The research results showed that the reading comprehension ability of students who received guided reading method intervention experienced a significant increase. Improved comprehension skills were seen in textual and inferential comprehension. Apart from that, readers with good inferential abilities also have a good level of comprehension. In contrast to readers whose understanding is textual, they have a good level of understanding only in the textual aspect.</p>2024-12-25T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2024 Tanto Aljauharie Tantowie, Dadang Sunendar, Tatat Hartati, Laila Nurmalihahhttps://ejournal.undiksha.ac.id./index.php/JPI/article/view/80069Cognitive Abilities, Student Character, and Teacher Self-Evaluation Competencies Through Character Education Programs2025-01-31T05:02:28+00:00Hendri Marhadihendri.marhadi@lecturer.unri.ac.id<p>Many students show a gap between academic achievement and character development, such as discipline, responsibility, and empathy. This reflects the suboptimal integration of character values into the learning process. This study aimed to investigate the effectiveness of character education programs on academic competence, student character, and teacher competence. The research method was a quasi-experiment to see the effectiveness of character education programs implemented in elementary schools. The sample of this study was 500 students and 300 teachers from 10 elementary schools. The research instruments used were questionnaires, rubrics and other supporting data. The data analysis used was ANCOVA, MANOVA, and MANCOVA analysis. The research findings showed that character education improved cognitive abilities, developed positive student character, and improved teacher competence through self-evaluation. The increase in mental ability was seen in students' reading ability. The positive character improvements were social interaction skills, discipline, empathy, and perceptions of the school environment. The increase in competence seen in teachers after receiving intervention was an increase in self-evaluation skills that could improve the quality of teaching, such as motivation, enjoyment of teaching, interaction skills, stakeholder support, parental support, co-worker support, and trust in students. This study has implications that character education can be used as an alternative intervention to develop academic, non-academic and teacher competency.</p>2024-12-25T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2024 Hendri Marhadihttps://ejournal.undiksha.ac.id./index.php/JPI/article/view/83675English2025-01-31T05:01:45+00:00Anis Rahmawatianisrahmawati@staff.uns.ac.idWahyu Noviansyahwahyunoviansyah@staff.uns.ac.idTaufiq Lilo Adisuciptotaufiqlilo@staff.uns.ac.idAgusti Tamrinagtamrin@staff.uns.ac.idArini Silmi Kaffaarini.silmi.kaffa@student.uns.ac.id<p>Differentiated learning that is integrated with social-emotional development in Vocational High Schools (SMK) is a relevant approach to facing the challenges of 21st century education. However, implementing this strategy often faces various obstacles, such as teachers' lack of understanding of the concept of differentiation, limited resources, and difficulty integrating social-emotional aspects into competency-based learning. This research aims to describe the development of teaching modules with a differentiation and socio-emotional approach in learning at vocational schools. This research consists of analysis, design, development, implementation and evaluation stages using the ADDIE development method with a mixed-method approach. The research participants were one teacher and 27 class XI students at a vocational school in Central Java. The research instruments are learning style tests, questionnaires and observation sheets. Data collection through interviews, tests, observations and surveys. Interview data were analyzed using theme analysis, while quantitative descriptive analysis used student learning style data, expert validation and user evaluation. Results of this research found that the success of this implementation was greatly influenced by school management support, availability of resources, and sufficient time for learning planning. These results conclude that social-emotional integrated differentiated learning has great potential to be implemented in vocational schools, but requires a clear framework, continuous training, and collaboration between educational stakeholders to achieve optimal results.</p>2024-12-25T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2024 Anis Rahmawati, Wahyu Noviansyah, Taufiq Lilo Adisucipto, Agusti Tamrin, Arini Silmi Kaffahttps://ejournal.undiksha.ac.id./index.php/JPI/article/view/83289Digital Multiliteracy-Based Anticorruption Education Model: A Framework for Innovation in Pancasila and Civic Education2025-01-31T05:01:52+00:00Guntur Arie Wibowoguntur.fkip@unsam.ac.idFlorentina Maria Pandaflorentinapandaasoser3@gmail.comIlham Mahmud Farikiansyahfarikf104@gmail.comNesliani Paotonanneslianipaotonann@gmail.comLoso Judijantolosojudijantobumn@gmail.comTeguh Ahmad Asparillteguhahmad064@gmail.com<p><em>Indonesia dihadapkan pada salah satu tantangan terbesarnya, yaitu korupsi yang mengancam berbagai aspek kehidupan. Oleh karena itu, sangat penting untuk membangun prinsip-prinsip antikorupsi sejak usia muda, terutama di kalangan pelajar yang siap menjadi pemimpin masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pendidikan antikorupsi berbasis multiliterasi digital dalam inovasi pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan untuk meningkatkan sikap antikorupsi mahasiswa dengan menggunakan paradigma pengembangan ADDIE - Research and Development (R&D). Sampel penelitian terdiri dari mahasiswa semester 1 pendidikan jasmani di Universitas Samudra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pendidikan anti-korupsi yang berbasis pada multiliterasi digital berhasil meningkatkan sikap mahasiswa dalam memerangi korupsi. Untuk meningkatkan keefektifannya, disarankan untuk memasukkan program pendidikan antikorupsi yang berfokus pada multiliterasi digital ini ke dalam kurikulum di berbagai departemen dan universitas. Selain itu, program ini juga harus diperkuat dengan penilaian rutin untuk mengukur pengaruhnya yang tahan lama.</em></p>2024-12-25T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2024 Guntur Arie Wibowo, Florentina Maria Panda, Ilham Mahmud Farikiansyah, Nesliani Paotonan, Loso Judijanto, Teguh Ahmad Asparillhttps://ejournal.undiksha.ac.id./index.php/JPI/article/view/82255EFL Pre-Service Teachers' High Inclusive Awareness: Researching Practical Implementation2025-01-31T05:02:14+00:00Ive Emalianaive@ub.ac.idEgi Nur Lathifahenlifah@student.ub.ac.idIswahyuniiswahyuni@ub.ac.idLailatul Husnahusnalaila238@ub.ac.id<p><em>Penelitian ini menginvestigasi sikap calon guru bahasa Inggris terhadap Inclusive Education, tekad mereka untuk mengajar kelas inklusif, dan implikasinya dalam praktek mengajar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kombinasi dengan explanatory sequential design. 100 calon guru bahasa Inggris dari beberapa universitas di Indonesia terlibat sebagai partisipan untuk menjawab kuesioner. Kuesioner tersebut berisikan 17 pertanyaan. Pertanyaan nomor 1-10 menanyakan tentang sikap calon guru terhadap inklusi dan nomor 11-17 menanyakan tekad calon guru untuk mengajar di kelas inklusif. Hasil menunjukkan bahwa calon guru bahasa Inggris mempunyai nilai rata-rata yang tinggi dalam sikap dan tekad. Tetapi, hasil wawancara menunjukkan bahwa mereka memiliki keraguan untuk mengajar di kelas inklusi karena kurangnya persiapan.</em></p>2024-12-25T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2024 Ive Emaliana, Egi Nur Lathifah, Iswahyuni Iswahyuni, Lailatul Husnahttps://ejournal.undiksha.ac.id./index.php/JPI/article/view/82433SaNum dan SaLis: Strategi Mempersiapkan Asesmen Kompetensi Minimum di Sekolah Dasar2025-01-31T05:02:09+00:00Muhammad Fakhri Saifudinq200220022@student.ums.ac.idMarkhamahq200220022@student.ums.ac.idFitri Puji Rahmawatiq200220022@student.ums.ac.id<p>Asesmen Kompetensi Minimum saat ini menjadi salah satu tujuan dalam pencapaian mutu pendidikan di Indonesia. Asesmen Kompetensi Minimum sering dikaitkan dengan literasi dan numerasi yang diartikan sebagai penilaian yang mendasar terkait dengan kompetensi siswa untuk mengembangkan kemampuan dalam diri dan aktif dalam kegiatan social masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persiapan Asesmen Kompetensi Minimum di SD Negeri Ngabeyan 01 melalui kegiatan Sarapan Numerasi dan Sarapan Literasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan subjek siswa, guru, dan kepala sekolah SD Negeri Ngabeyan 01. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan bimbingan dan latihan untuk menghadapi Asesmen Kompetensi Minimum yakni dengan strategi Sarapan Numerasi dan Sarapan Literasi dimulai dari pembentukan kelompok, mencari buku bacaan di perpustakaan, kegiatan membaca dan numerasi, dan kegiatan menulis. Melalui kegiatan Sarapan Numerasi dan Sarapan Literasi ini menjadi suatu inovasi baru dalam mempersiapkan Asesmen Kompetensi Minimum di Sekolah Dasar</p>2024-12-25T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2024 Fakhri Muhammad Fakhri Saifudinhttps://ejournal.undiksha.ac.id./index.php/JPI/article/view/81954Nearpod Application-Based Diagnostic E-Assessment Interest in Learning Mathematics for Grade 4 Elementary School Students2025-01-31T05:02:17+00:00Dyah Tri Wahyuningtyasdyahtriwahyu@unikama.ac.idRisma Meilia Berlianadyahtriwahyu@unikama.ac.idNyamik Rahayu Sesantidyahtriwahyu@unikama.ac.id<p>Assesmen diagnostik di sekolah dasar masih menggunakan media kertas dan masih jarang guru memanfaatkan teknologi dalam pembuatan atau pengaplikasian assesmen di kelas. Peran guru adalah sebagai sumber utama siswa dalam pembelajaran dikelas, sehingga guru harus menciptakan pembelajaran yang kreatif khususnya dengan menggunakkan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan suatu produk <em>e-assesment </em>diagnostik untuk meningkatkan minat belajar matematika siswa sekolah dasar serta mengukur kelayakan, kepraktisan dan keefektivan <em>e-assesment </em>yang telah dikembangkan. Metode yang digunakan ialah metode pengembangan dengan menggunakan model 4-D (<em>Four D</em>). Subjek penelitian adalah siswa kelas 4 sekolah dasar. <em>e-assement </em>diagnostik dapat diterapkan saat pembelajaran berlangsung. Hal ini dapat dilihat dari hasil validasi ahli materi yang mencapai 92,5 % dan validasi ahli media mencapai 95%. Hasil angket respon siswa yang mencapai 92,31%. Produk <em>e-assesment </em>diagnostik ini praktis bila digunakan oleh guru dalam pembelajaran dikelas, hal ini dapat dilihat dari hasil angket respon guru dan siswa yang mencapai 92,5%. Produk <em>e-assesment </em>diagnostik ini sangat efektif bila digunakan dilihat dari peningkatan prestasi hasil belajar peserta didik dari <em>pretest </em>dan <em>posttest</em> dengan rerata 0,75, sehingga produk <em>e-assesment </em>diagnostik ini dapat diaplikasikan secara optimal dalam pembelajaran dikelas.</p>2024-12-25T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2024 Dyah Tri Wahyuningtyashttps://ejournal.undiksha.ac.id./index.php/JPI/article/view/84212Mapping Leadership Models in Early Childhood Education Institutions and Their Influence on Organizational Commitment and Work Productivity2025-01-31T05:01:34+00:00Abdul Kadir Jaelaniaqj_fkip@unram.ac.idSugitoaqj_fkip@unram.ac.id<p>The leadership model implemented by the school principal is at odds with the teacher's wishes, causing teacher performance to be unproductive, thus having an impact on the quality of educational institutions. The aim of the research is to analyze the most appropriate form of leadership and influence on organizational commitment and work productivity. This type of research is quantitative, applying survey methods using questionnaires. The research subjects were 721 kindergarten teachers. Samples were taken using the Slovin formula to obtain 236 teachers. Inferential analysis uses Structural Equation Modeling and Partial Least Squares techniques. The research results are; Participative leadership has a very good direct influence on organizational commitment. The research results prove that participative leadership, commitment has an influence on work productivity, and organizational commitment is a variable that is able to mediate participative leadership on work productivity. The participative leadership model needs to be implemented in Early Childhood Education Institutions to increase organizational commitment and its influence on work productivity. The implications of this research are can help stakeholders, such as school principals, PAUD institution managers, and policy makers, in selecting and implementing the most effective leadership model according to the institution's needs.</p>2024-12-25T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2024 Abdul Kadir Jaelani Jaelanihttps://ejournal.undiksha.ac.id./index.php/JPI/article/view/84386iSALTY as a Framework for Combining Three English Language Learning Methods: State-of-the-Art Research2025-01-31T05:01:30+00:00Mozes Kurniawanmozes.kurniawan@uksw.eduLanny Wijayaningsihelisabeth.wijayaningsih@uksw.eduListyanilistyani.listyani@uksw.edu<p>Early childhood language development is critical, forming the basis for cognitive, social, and emotional growth. Children's brains are particularly receptive to linguistic input during these formative years, which makes them an optimal period for developing language skills, particularly in English. The trend of integrating English language learning in Early Childhood Education (PAUD) has increased rapidly in Indonesia. The main objective of the iSALTY research is to develop and evaluate an innovative learning framework that harmoniously integrates three English language learning methods to increase the effectiveness of the learning process. Using a literature study approach, this research provides a comprehensive review of existing research to advance knowledge in early childhood English teaching. This research used purposive sampling to select 45 references consisting of 12 titles about Audio Lingual Method (ALM), 16 titles about Total Physical Response (TPR), and 17 titles about Storytelling. A structured six-step procedure was followed to ensure a thorough and systematic literature review. This stae of the arts research reveals that integrating ALM, TPR, and Storytelling has the opportunity to form a dynamic and interesting way of teaching and learning. This holistic approach utilizes repetition, contextualization, and physical reinforcement, which effectively enhances children's linguistic abilities in strengthening English language skills. The implications of iSALTY research have the potential to have a significant impact in the context of English language learning at various levels of education.</p>2024-12-25T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2024 Mozes Kurniawan, Lanny Wijayaningsih, Listyanihttps://ejournal.undiksha.ac.id./index.php/JPI/article/view/79435Higher Order Thinking Skills in Mathematics with Project Based Learning2025-01-31T05:02:40+00:00Sabina Ndiungndiungsabina@gmail.comMerlin Atika Streetndiungsabina@gmail.comMariana Jediutndiungsabina@gmail.com<p><em>Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan keterampilan berpikir kreatif dan kemampuan pemecahan masalah matematika melalui penerapan model pembelajaran berbasis proyek. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi-experiment with posttest-only group design. Adapun sampel berjumlah 53 peserta didik kelas V Sekolah Dasar yang terdiri atas dua kelas di kabupaten Manggarai Timur dengan rincian kelas eksperimen berjumlah 27 orang dan kelas kontrol berjumlah 26 orang dengan menggunakan teknik random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes. Tes yang digunakan menggunakan jenis tes uraian baik untuk mengukur keterampilan berpikir kreatif maupun untuk data tentang kemampuan pemecahan masalah. Berdasarkan hasil uji realibilitas tes semua butir berada pada kategori tinggi. Teknik analisis data menggunakan MANOVA dengan bantuan SPSS 23.00. Temuan penelitian menunjukkan bahwa baik secara terpisah maupun secara simultan kemampuan berpikir kreatif dan kemampuan pemecahan masalah siswa yang memperoleh pembelajaran dengan model pembelajaran berbasis proyek lebih tinggi dibandingkan dengan siswa memperoleh pembelelajaran dengan model konvensional. </em></p>2024-12-25T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2024 Sabina Ndiunghttps://ejournal.undiksha.ac.id./index.php/JPI/article/view/79502Academic Supervision and Work Climate to Improve Primary School Teacher Performance2025-01-31T05:01:25+00:00Fauziah Yolviansyahfauziahyolviansyah.2022@student.uny.ac.idHermantohermansp@uny.ac.idDyana Maftuhatu Rosyidahdyanamaftuhatu.2022@student.uny.ac.id<p><em>Tidak konsistennya pelaksanaan supervisi akademik sehingga mengurangi efektivitas dalam memberikan dukungan dan bimbingan kepada guru serta iklim kerja yang tidak kondusif mengakibatkan turunnya kinerja guru. Penelitian ini bertujuan untuk melihat (1) seberapa besar pengaruh supervisi akademik dan iklim kerja terhadap kinerja guru Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Bantul, Yogyakarta; (2) bagaimana sumbangan dari supervisi akademik dan iklim kerja secara parsial terhadap kinerja guru Sekolah Dasar di Kecamatan Bantul. Jenis peneilitian ini adalah penelitian kuantitatif. Populasi penelitian ini seluruh Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Bantul, Yogyakarta. Sampel penelitian sebanyak 136 guru, dengan teknik pengambilan sampel secara random sampling. Taknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi berganda dan uji hipotesis dengan parsial (uji t); uji simultan (uji f); dan uji keofisien determinan (R<sup>2</sup>). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1)</em> <em>secara parsial supervisi akademik mempengaruhi kinerja guru Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Bantul dengan t hitung sebesar 2.133 dan signifikansi 0,035; (2)secara parsial iklim kerja mempengaruhi kinerja guru Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Bantul dengan t hitung 4.942 dan signifikansi 0,000; (3) secara simultan terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara Supervisi akademik dan iklim kerja terhadap kinerja guru Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Bantul</em> <em>dengan nilai f hitung 31,981 > Ftabel 2,440 dengan nilai signifikansinya 0,000 dan nilai RSquare sebesar 49,4% variabilitas kinerja guru dapat dijelaskan oleh supervisi akademik dan iklim kerja, sementara 50,6% dipengaruhi oleh variabel lain. Penelitian ini memperkuat temuan sebelumnya tentang pentingnya supervisi akademik dan iklim kerja dalam meningkatkan kinerja guru. Hasilnya dapat menjadi panduan bagi pihak sekolah dan pemerintah dalam merancang strategi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di tingkat dasar.</em></p>2025-01-05T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2024 fauziah yolviansyah, Hermanto Hermanto; Dyana Maftuhatu Rosyidahhttps://ejournal.undiksha.ac.id./index.php/JPI/article/view/83526Analisis Kesalahan Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Model PISA Pada Domain Konten Berdasarkan Gaya Belajar2025-01-31T05:01:47+00:00Arie Setiawanariesetiawan235@gmail.comKana Hidayatiariesetiawan235@gmail.comYufida Afkarina Nizar Isyamariesetiawan235@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal model PISA dalam domain konten yang yang ditinjau dari gaya belajarnya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Sampel pada penelitian ini adalah 132 siswa SMA/MA. Sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan teknik <em>stratified proportional random sampling</em>. Instrumen yang digunakan berupa soal model PISA dalam domain konten, angket gaya belajar. Analisis data dilakukan dengan menghitung persentase kesalahan berdasarkan hasil tes siswa, menguji perbedaan banyak kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal model PISA ditinjau dari gaya belajar dengan menggunakan uji Anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan, kesalahan siswa dengan gaya belajar visual berada pada kategori sedang sementara kesalahan siswa dengan gaya belajar auditorial dan kinestetik berada pada kategori tinggi. Namun secara inferensial, tidak terdapat perbedaan yang signifikan dari banyaknya kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal model PISA antara siswa dengan gaya belajar visual, auditorial, dan kinestetik.</p>2024-12-25T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2024 Arie Setiawanhttps://ejournal.undiksha.ac.id./index.php/JPI/article/view/79887Students’ Critical Thinking: The Effectiveness of Using a Global Warming E-book with PhET Interactive Simulation2025-01-31T05:02:33+00:00Febri Tia Aldilafebritia.2023@student.uny.ac.idJumadijumadijogja79@gmail.comSiti Maryam Ulfasitimaryam.2023@student.uny.ac.idAbidaturrosyidahabidaturrosyidah.2023@student.uny.ac.idNurdiyantinurdiyanti.2023@student.uny.ac.id<p><em>Perkembangan teknologi menyebabkan terjadinya inovasi bahan ajar seperti maraknya penggunaan electronic book (e-book). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan e-book fisika berbantuan PhET interactive simulation berbasis problem-based learning dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi pemanasan global di kelas modeling dan implementasi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian kuasi eksperimen satu kelompok pretest dan posttest. Subjek dalam penelitian ini terdiri atas 32 siswa kelas pemodelan dan 23 siswa kelas implementasi yang didapatkan dengan teknik cluster sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan e-book fisika berbantuan PhET interactive simulation berbasis problem-based learning pada materi pemanasan global berdampak pada peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa. Kemudian, penggunaan e-book fisika tersebut cukup efektif (berada dalam kategori sedang) dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik pada kelas modeling dan implementasi. Penggunaan e-book dalam pembelajaran membuat siswa lebih tertarik untuk belajar sehingga lebih aktif dalam pembelajaran.</em></p>2024-12-25T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2024 Febri Tia Aldila, Siti Maryam Ulfa, Jumadi, Abidaturrosyidah, Nurdiyantihttps://ejournal.undiksha.ac.id./index.php/JPI/article/view/84031Optimizing Science Process Skills through Multiple Representation2025-01-31T05:00:41+00:00 Acesta Arrofaarrofa.acesta@uniku.ac.idEli Hermawati arrofa.acesta@uniku.ac.idAdila Nurfadilaharrofa.acesta@uniku.ac.id<p>This research is motivated by students' low science process skills in science subjects, which is caused by conventional teaching methods focusing on memorization, limited variations in learning models and minimal student involvement. This study aims to analyze the effect of the multiple representation learning model on improving science process skills in elementary school students. The method used in this research is the quantitative research method of experimental research type, using a nonquivalent control group design. The population used in this study were all fifth-grade elementary school students. The technique used in taking research samples is the Purposive Sampling technique. The sample in this study comprised students from the VA and VB classes, totalling 54. Data collection methods using test techniques and documentation. The instrument used in collecting data is a test question sheet. The data analysis technique used inferential statistical analysis. The results showed significant differences in science process skills between experimental and control classes and real disparities in improving skills that support the representation of multiple-representation learning models. So, the multiple representation learning model can improve science process skills in elementary school students. This research is expected to help improve the quality of science teaching and students' science skills in elementary schools.</p>2025-01-05T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2024 Acesta Arrofahttps://ejournal.undiksha.ac.id./index.php/JPI/article/view/58056Peningkatan Kemampuan Analisis melalui Metode Outdoor Learning dan Keterampilan Sosial Mahasiswa pada Mata Kuliah Konsep Dasar IPS2025-01-31T05:02:46+00:00Kiky Chandra Silvia Anggrainiqcandra.sa@unisla.ac.idAna Fitri Agustinqcandra.sa@unisla.ac.id<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peningkatan kemampuan analisis melalui metode outdoor learning dan keterampilan sosial pada mata pelajaran konsep dasar IPS. Metode outdoor learning dipilih karena mendorong siswa untuk aktif mencari dan membangun pengetahuan yang diperoleh melalui pembelajaran di luar kelas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental dengan subjek penelitian adalah mahasiswa semester pertama. Data penelitian ini dikumpulkan melalui penyebaran angket untuk mengukur kemampuan sosial dan tes hasil belajar yang membantu mengukur kemampuan analisis yang nantinya akan diuji dengan SPSS ANOVA. Penelitian ini membagi keterampilan sosial siswa menjadi dua yaitu keterampilan sosial tinggi dan keterampilan sosial rendah yang nantinya akan diberikan perlakuan metode outdoor learning, sehingga akan diketahui keterampilan analitis ketika diajar menggunakan metode tersebut. Berdasarkan tes yang dilakukan terdapat pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan analisis siswa yang terlihat dengan nilai posttest sebesar 91,16 yang mengalami peningkatan dari pretest sebesar 48. Selain itu perbedaan rata-rata dibuktikan melalui sig 0,011 < sig 0,05 . Terdapat perbedaan keterampilan siswa yang memiliki keterampilan sosial tinggi dan keterampilan sosial rendah, dimana siswa yang memiliki keterampilan sosial tinggi memperoleh keterampilan analisis yang lebih tinggi melalui metode outdoor learning.</em></p> <p> </p>2024-12-25T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2024 Kiky Chandra Silvia Anggrainihttps://ejournal.undiksha.ac.id./index.php/JPI/article/view/79785LKPD Elektronik IPA Berbasis Potensi Lokal dengan Model PBL: Upaya Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis2025-01-31T05:02:37+00:00Ria Rochmi Safitririarochmi.2022@student.uny.ac.idAnggraita Febriana Putrianggraitafebriana.2022@student.uny.ac.idJumadijumadi@uny.ac.idSabar Nurohmansabar_nurohman@uny.ac.idIsmail Fikri Natadiwijayafikrinatadiwijaya@uny.ac.idLaifa Rahmawatilaifa.rahmawati@uny.ac.id<p><em>Keterampilan berpikir kritis sangat penting dimiliki peserta didik di abad ke-21 karena keterampilan ini mampu menjadi bekal untuk membuat keputusan saat menghadapi permasalahan. Keterampilan berpikir kritis dapat dilatihkan kepada peserta didik melalui penggunaan bahan ajar terintegrasi potensi lokal dengan menggunakan strategi pembelajaran yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan LKPD elektronik berbasis potensi lokal rumah dome dengan model Problem Based Learning (PBL) untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik pada pembelajaran IPA. Penelitian ini menggunakan metode pra-eksperimen dengan desain one group pretest-posttest. Sampel penelitian terdiri atas 48 peserta didik kelas VIII di SMP Muhammadiyah 1 Prambanan yang ditentukan melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui tes, dengan analisis menggunakan Uji Wilcoxon Signed Rank. Penelitian menemukan bahwa penggunaan LKPD elektronik berbasis potensi lokal rumah dome dengan model PBL dalam pembelajaran IPA secara signifikan mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis, dengan nilai signifikansi <0,001 dan effect size sebesar 0,58, yang mencapai kategori tinggi. Semua indikator keterampilan berpikir kritis mengalami peningkatan nilai pada penelitian ini. Berdasarkan hasil tersebut, pembelajaran dengan menggunakan LKPD elektronik berbasis potensi lokal dengan model PBL dapat menjadi salah satu strategi yang direkomendasikan dalam pembelajaran IPA.</em></p>2024-12-25T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2024 Ria Rochmi Safitri, Anggraita Febriana Putri, Jumadi Jumadi, Sabar Nurohman, Ismail Fikri Natadiwijaya, Laifa Rahmawatihttps://ejournal.undiksha.ac.id./index.php/JPI/article/view/81217English2025-01-31T05:02:20+00:00Aris Kurniawanariskurniawan.2023@student.uny.ac.idRida SN Mahmudahrida@uny.ac.idRifkiyatul Khairiyahrifkiyatulkhairiyah.2023@student.uny.ac.idPutri Dinda Alfadia Lestariputridinda.2023@student.uny.ac.id<p><em>Mengintegrasikan platform pembelajaran interaktif menjadi sangat penting untuk meningkatkan keterlibatan dan pemahaman mahasiswa dalam lanskap teknologi pendidikan yang berkembang pesat. Studi ini memulai perjalanan inovatif untuk mengembangkan dan mengevaluasi media pembelajaran interaktif berbasis Google Sites yang dirancang untuk mengajarkan konsep fungsi gelombang dalam fisika kuantum. Menggunakan metodologi penelitian dan pengembangan, studi ini berfokus pada pembuatan dan pengujian efektivitas alat pendidikan mutakhir ini. Proses pengembangan mengikuti model 4D, yang mencakup empat tahap utama: define, design, develop, dan disseminate. Masukan ahli diperoleh dari dua ahli materi dan tiga ahli media, sementara umpan balik diperoleh dari 50 mahasiswa jurusan fisika dan pendidikan fisika di berbagai universitas di Indonesia. Temuan studi ini menjanjikan, mengungkapkan bahwa media pembelajaran interaktif berbasis Google Sites sangat efektif, dengan mencapai skor validitas keseluruhan yang mengesankan sebesar 90,45%. Hasil ini menekankan potensi media tersebut sebagai sumber pendidikan yang berharga untuk mengajarkan topik kompleks fungsi gelombang dalam fisika kuantum. Oleh karena itu, penelitian ini menyimpulkan bahwa media pembelajaran interaktif yang dikembangkan valid dan layak untuk diimplementasikan dalam pendidikan fisika, menjanjikan untuk meningkatkan pengalaman belajar dan pemahaman mahasiswa tentang mekanika kuantum.</em></p>2024-12-25T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2024 Aris Kurniawan, Rida SN Mahmudah, Rifkiyatul Khairiyah, Putri Dinda Alfadia Lestarihttps://ejournal.undiksha.ac.id./index.php/JPI/article/view/66189Hubungan Motivasi dan Hasil Belajar: Studi Pada Pusat Belajar Kegiatan Masyarakat Kota Ambon, Indonesia2025-01-31T05:02:43+00:00Rosmarin Tutuparytutuparyrosmarin@gmail.comEmma Rumahlewangtutuparyrosmarin@gmail.comJohn Rafafy Batlolonatutuparyrosmarin@gmail.com<p>Hubungan motivasi dan hasil belajar siswa warga belajar paket c pada pusat kegiatan belajar masyarakat sampai saat ini masih minim. Rendahnya motivasi belajar didukung oleh faktor sosial budaya, ekonomi, pendidikan orang tua dan kurangnya dukungan keluarga mempengaruhi hasil belajar siswa. Oleh karena itu melalui penelitian ini, dilakukan eksplorasi lebih dalam dalam mengungkap hal tersebut. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah adalah menganalisis hubungan antara motivasi terhadap hasil belajar siswa warga belajar paket c pada pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) Kadewa Dewa Desa Batu Merah Kecamatan Sirimau Kota Ambon. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional dengan sampel penelitian yaitu 80 siswa dari sebuah PKBM di Desa Batu Merah – Kota Ambon. Temuan menginformasikan kontribusi motovasi belajar hanya 2% dan 98% dari factor lain. Dengan demikian tidak ada hubungan antara motivasi dan hasil belajar siswa. Dengan demikian penelitian memberikan wawasan yang mendalam untuk para pendidik bagaiamana mengeksplorasi faktor lain yang mempengaruhi motivasi dan hasil belajar siswa.</p>2024-12-25T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2024 Rosmarin Tutupary